Bila mendengar kata Paris, mungkin yang langsung terlintas di pikiran
Anda adalah kota yang romantis atau kota dengan sejuta cinta. Maka tidak
heran banyak wisatawan dari manca negara yang berkunjung ke ibukota
Prancis ini bersama dengan pasangan mereka sebagai tujuan wisata maupun
honeymoon. Satu hal lagi yang sangat terkenal dari Paris adalah Emnara
Eiffel. Yup, menara yang menjadi salah satu ikon dari negara Prancis
yang mendunia ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk pergi
ke Paris. Tapi, tahukah Anda bahwa masih banyak lo hal-hal menarik
berupa sejarah, tradisi dan cerita-cerita unik dari kota Paris ini yang
jarang dipublikasikan. Berikut ini hal-hal unik tentang Paris yang jarang diketahui oleh
orang-orang di dunia.
1. Sindrom Paris
Turis-turis asing datang ke Paris dengan ekspetasi
yang tinggi mengenai keindahan kota Paris. Memang banyak ditampilkan
mengenai keindahan Paris tersebut melalui program tv, foto, maupun film
sehingga banyak menarik wisatawan manca negara untuk menikmati
keindahannya. Namun, ketika sampai di Paris, banyak dari wisatawan asing
tersebut khususnya wisawatan dari Jepang yang kecewa dengan kota Paris.
Mereka mengharapakan surga di Paris namun kadang kekecewaanlah yang
mereka dapatkan.
Sekitar dua belas turis Jepang per tahun menderita
penderitaan yang dikenal sebagai "Sindrom Parisu201d. Hal itu terjadi
karena konsep ideal dari Paris tidak sesuai dengan realitas. Seperti
kota=kota lain, Paris pun memiliki penduduk yang marah-marah,
sampah-sampah, pelaku kriminal, dll. Setelah menyadari hal tersebut,
para wisatawan Jepang tersebut akan mengalami pusing, berkeringat bahkan
beberapa mengalami halusinasi dan paranoia. Sindrom tersebut kebanyakan
menimpa wanita yang berusia 30an, tidak terkecuali dengan pria.
Kedutaan Besar Jepang di Paris menanggapi masalah ini dengan memulangkan
mereka ke Jepang. Sebagian besar korban akan baik-baik saja setelah
istirahat beberapa hari meskipun kemungkinan besar akan takut dalam
melakukan traveling lagi.
2. Seorang Pria yang Hidup di Bandara Paris
Pada tahun 1977, seorang
pria bernama Mehran Nasseri telah u2018dibuangu2019 dari negaranya,
Iran, (tanpa paspor) karena protesnya melawan pemerintah. Selama 4
tahun, ia hidup dengan berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain
untuk meminta bantuan. Tahun 1981, pemerintah Belgia mengabulkan
permintaannya dan memberikannya status sebagai pengungsi serta
memberikannya dokumen yang cocok. Setelah meninggalkan Belgia pada tahun
1986, Nasseri berniat untuk hijrah ke Inggris. Saat ia melakukan
perjalanan melalui Prancis, seseorang telah mencuri kopernya yang
berisikan surat keterangan dirinya sebagai pengungsi. Meskipun berhasil
terbang ke London, pemerintah setempat akhirnya mengembalikan ia ke
Paris karena tidak memiliki dokumen apapun. Namun setelah sampai di
Paris pun pemerintah juga tidak mampu melakukan deportasi maupun
membiarkannya tinggal di Paris. Ketika ia meminta untuk dikirim ke
Belgia untuk meminta dokumennya kembali, pemerintah juga menolak dengan
alasan dikhawatirkan ia bukan Mehran Nasseri yang asli.
Terjebak di
bandara Paris selama 18 tahun menjadikan satu teminal di bandara
tersebut sebagai rumahnya. Tidur di bangku, mencuci di watafel,
menghasilkan uang untuk makan hasil dari belas kasihan teman-temannya
selama disana. Pria malang tersebut tidak dapat pergi kemana-mana.
Namun,
ternyata ada harapan baginya. Pada tahun 1995, Belgia mengatakan ia
bisa kembali, dan pada tahun 1999, Perancis mengatakan ia bisa menjadi
seorang warga namun ia menolak kedua tawaran tersebut karena merasa
takut meninggalkan bandara. Pada tahun 2006, ia dirawat oleh Palang
Merah Prancis dan setahun kemudian ia dipindahkan ke penampungan
tunawisma Paris.
3. Kehidupan Cataphile Bawah Tanah
Paris memiliki labirin bawah tanah
yang nyata yang membentang ratusan kilometer dan terdiri dari kanal ,
saluran pembuangan , brankas bank , katakomba dan tambang batu kapur.
Tambang-tambang tersebut dibuat selama kekaisaran Romawi. Kemudian para
petani memanfaatkannya sebagai lahan pertanian jamur dan selama Perang
Dunia II, Prancis maupun Nazi juga mendirikan markas di bawah tanah.
Yang paling menarik adalah katakomba, kuburan bawah tanah dengan 6 juta
kerangka yang dibuang ke trowongan selama abad ke 18 dan 19.
Petualangan
untuk menyusuri dunia bawah tanah disebut dengan cataphiles.Kegiatan
tersebut dimulai pada tahun 70an, dan meskipun ilegal, kegiatan tersebut
tidak pernah kekurangan peminat. Mereka masuk melalui saluran air,
ventilasi dan pintu dan kemudian mulai menelusurinya dengan merangkak.
Tahun
2004, polisi bawah tanah yang sedang berpatroli menemukan hal menarik
berupa terpal yang bertuliskan u201cBulding Site, No Accessu201d. Karena
penasaran mereka pun mendorongnya dan kemudian menemukan sebuah CCTV.
Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata ada sebuah ruangan seluas 4000
m2. Di dalamnya terdapat kursi uang terbuat dari batu, lambang salib,
swastika atau lambang dari Nazi, layar, proyektor dan beberapa film
detektif lama. Bahkan terdapat juga sebuah restoran, bar lengkap dengan 3
saluran telpon yang masih aktif.
4. Serigala-serigala Paris
Sebuah musim dingin yang ekstrim melanda
Prancis padatahun 1450. Hal tersebut merupakan sebuah musibah bagi
rantai makanan karena tanaman-tanaman layu dan satwa liar berkurang.
Pada masa-masa sulit tersebut, beberapa srigala hijrah dari hutan ke
kota Paris untuk mencari makan. Sayangnya ketika itu, abad 15, tembok
yang membatasi kota telah hancur dan pemerintah belum melakukan
perbaikan. Sehingga hewan-hewan buas tersebut dengan mudah memasuki
kawasan penduduk.
Serigala-serigala tersebut telah menyantap warga
Paris sebanyak 40 orang. Orang-orang semakin katakutan dan terancam
dengan keberadaan hewan-hewan tersebut di tengah kota. Akhirnya, para
penduduk kota pun memutuskan untuk melawan dengan menggiring kawanan
serigala Ile de la Cite , sebuah pulau di Sungai Seine. Namun tanpa
disangka hal tersebut gagal dan tidak ada pilihan lain selain membunuh
mereka untuk mengakhiri teror mengerikan tersebut.
5. u201cDo You Speak Touriste?u201d
Mungkin ketika Anda mendengar
orang-orang Paris berbicara akan terdengar kasar dan tidak sopan. Pada
tahun 2012, negara Prancis dianggap sebagai negara paling kasar di
dunia. Dengan adanya stereotip demikian, Dewan Pariwisata Paris dan
Badan Perdagangan Paris merasa cukup terganggu apalagi hal tersebut
dapat berdampak buruk bagi dunia bisnis. Untuk mengubah persepsi negatif
dunia tersebut, pada tahun 2013 dibuatlah pamflet yang bernama u201cDo
You Speak Touriste?u201d yang berarti Panduan untuk Memahami Wisatawan
Asing dengan Lebih Baik. Buklet tersebut disebarkan untuk warga Paris
khususnya yang bekerja di bidang jasa seperti para pelayan restoran,
supir taksi, dan pekerja hotel.
6. 2013 Tahun Larangan Pada Celana Wanita
Paris yang terkenal dengan
kota mode ini telah melahirkan beberapa merek terkenal di dunia seperti
Chanel, Dior, atau Laurent. Tapi tahukah Anda, hingga 31 Januari 2013
masih berlaku aturan pemerintah bahwa wanita di Paris dilarang untuk
mengenakan celana khususnya celana pendek. Peraturan tersebut dibuat
pada tahun 1800, tepat setelah revolusi Prancis. Para wanita
diperbolehkan memakai celana panjang tapi harus dengan izin dari polisi,
bila tidak mereka akan ditangkap dan dijebloskan ke penjara.
Dua
perubahan aturan ditetapkan pada tahun 1892 dan 1909 yaitu wanita boleh
mengenakan celana saat mengendarai sepeda dan kuda saja. Bahkan pada
tahun 1942 , ketika konstitusi Perancis ditulis ulang untuk menyetarakan
wanita dan pria, peraturan tersebut masih berlaku. Aturan yang sudah
berlaku selama 213 tahun tersebut masih tertulis di buku pidana namun
telah diabaikan sejak abad ke-20. Hingga Januari 2013, aturan tersebut
akhirnya dihapus, ketika Najat Vallaud-Belkacem, menteri hak-hak
perempuan Prancis, tertimpa kasus hokum.
7. Kunci Cinta Pont des Arts
Bisa dibilang, tempat ini merupakan spot
paling romantis di Paris. Jembatan di atas Sungai Seine ini memiliki
tempat dengan kepercayaan yang unik. Banyak pasangan yang datang ke
tempat ini untuk menggantungkan gembok dengan ukiran nama mereka di
rantai besi jembatan ini. Setelah menguncikan gembok mereka di rantai ,
dilemparlah kunci tersebut ke dalam sungai di bawah jembatan. Hal
tersebut sebagi lambang bahwa cinta mereka tidak akan terpisahkan sampai
kapanpun.
Namun, tradisi unik tersebut cukup membuat pemerintah
setempat merasa khawatir. Ditakutkan bila keberadaan kunci-kunci
tersebut memberatkan jembatan sehingga dapat merusak dan membahayakan
kapal-kapal tongkang yang terdapat di bawah jembatan. Pada tahun 2013,
Jean - Pierre Lecoq , walikota distrik 6 Paris , menyarankan agar
membuang kunci-kunci tersebut. Selain agar tidak terlalu berat, hal itu
juga dimaksudkna untuk memberi ruang untuk kunci-kunci baru.
8. American Library di Paris
Seperti yang Anda tahu, hampir seluruh
penduduk kota Paris adalah berbahasa Prancis. Namun, Paris ternyata juga
merupakan rumah bagi ribuan novel-novel Amerika. Penulis kawakan
seperti Ernest Hemingway, F. Scott Fitzgerald dan lain-lain, menjadikan
Paris sebagai rumah mereka setelah Perang Dunia 1. Selama PD1,
orang-orang di Amerika mengirimkan hampir 1,5 juta buku untuk Doughboys
di Sektor Barat, dengan harapan semangat mereka akan tetap terjaga dan
agar pikiran mereka tetap terisi. Semua buku-buku tersebut berakhir di
American Library. Bangunan tersebut berada di dekat Menara Eiffel.
Perpustakaan yang memiliki motto u201cAfter the darkness, the light of
booksu201d tersebut dibuat dengan harapan dapat menginspirasi, mendidik
serta menghibur seluruh lapisan masyarakat.
Jika Anda bertandang ke
kota Paris, jangan lewatkan untuk mengunjungi American Library untuk
melihat DVD, biografi atau tulisan-tulisan lain tentang penulis-penulis
terkenal di dunia. Selain itu, jika beruntung Anda mungkin akan bertemu
dengan salah satu dari mereka di sana.
9. Lukisan Yang Tersembunyi
Tepat sebelum Perang Dunia ke 2, seorang
wanita bernama Madame de Florian melarikan diri ke Prancis selatan dan
meninggalkan segala harta bendanya di apartemen miliknya. Pada tahun
1991, akhirnya wanita tersebut meninggal tanpa pernah kembali ke
apartemennya tersebut selama lebih dari 70 tahun. Setelah itu, sebuah
tim penyidik ditugaskan untuk mengeksplorasi bangunan tua milik de
Florian tersebut. Di dalam apartemen yang sudah tidak tersentuh manusia
selama puluhan tahun tersebut, ditemukan beberapa hal-hal aneh seperti
burung unta taxidermied dan boneka Mickey Mouse yang lebih tua dari
kebanyakan film Disney. Namun tidak itu saja, satu hal yang paling aneh
adalah sebuah ditemukannya sebuah lukisan seorang wanita dengan gaun
berwarna merah muda. Lukisan tersebut diklaim sebagai hasil karya
seorang seniman paling terkenal di abad 19, Giovanni Baldini. Wanita
dalam lukisan tersebut adalah Marte de Florian, kekasih dari Giovanni
Boldini dan nenek dari aktris cantik de Florian. Tim penyidik juga
menemukan beberapa surat cinta yang beberapa diantaranya ditulis sendiri
oleh Giovanni Boldini. Pada tahun 2010, lukisan tersebut dilelang dan
akhirnya terjual u20ac 2.100.000.
10. Anti-Nazi Jazz Clubs
Nazi yang merupakan partai politik yang
didirikan oleh Jerman pernah didaulat sebagi partai paling kejam dan
menjadi musuh besar bangsa Yahudi. Selain Yahudi, ternayat Nazi juga
sangat membenci musik Jazz! Mengapa demikian? Karena jazz diciptakan
oleh bangsa Afrika-Amerika, dua hal yang dibenci oleh Jerman. Hal
tersebut menjadi mimpi buruk bagi kota Paris, karena pada tahun
1930-40an tersebut Paris begitu dibanjiri dengan musisi-musisi jazz
seperti Django Reinhardt. Dengan segala upaya, Nazi menutup klub-klub
jazz di Paris.
Beberapa anggota klub jazz memberikan perlawanan
terhadap Nazi dengan mendirikan klub-klub baru di bawah tanah. Klub-klub
tersebut berpindah-pindah tempat agar tidak mudah dilacak keberadaannya
oleh Nazi dan fans-fans dari musik jazz tersebut pun telah diberikan
password agar memiliki akses mengunjungi klub-klub tersebut. Hal yang
lebih membuat pemimpin Nazi, Adolf Hitler, lebih geram lagi adalah
mereka mengizinkan bangsa kulit hitam dan para homoseksual untuk
bergabung dengan klub-klub jazz tersebut.
Sumber : http://www.merdeka.com/ireporters/dunia/10-hal-unik-tentang-paris-yang-jarang-diketahui-orang.html